RKA ” Rencana Kejar Akhirat”


Share with:


Dunia, ketika nafasmu yang masih bisa berhembus,ketika kebersamaanmu bersama orang-orang terkasih, ketika setiap kesedihan dan kebahagiaan yang kau rasakan sekarang sudah tak lagi kamu miliki.
Dan ketika Allah memintamu untuk kembali, apa yang sudah kamu persembahkan untuk menghadapNYA nanti?  

dalam AL-QUR’AN ALLAH telah memperingati bahwa dunia hanyalah tempat singgah dan akhirat adalah akhir dalam perjalanan hidup dan kekal didalamnnya.

Sebagaimana tertulis dalam surat . [Al-‘Ankabût/29: 64] ALLAH berfirman:

وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Dan Allah SWT berfirman dalam surah Ghaafir : 39


يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (QS: Ghaafir : 39)

Apa saja yang harus dipersiapkan? 

Niat kan hati untuk selalu istiqomah Melakukan apapun selalu disertai Niat karena Allah, jika  kita didihadapkan antara dunia dan akhirat, ikutilah akhirat karena dunia akan mengikuti,Lakukan setiap aktifitas apapun selalu niatkan karena Allah, dunia pasti akan menyertai. tapi jika kita hanya mengikuti dunia, maka akhirat tak akan diraih dan dunia tak akan pernah terasa cukup.

Seperti petuah dari seorang ulama bernama Ibnu Qayyim Al- Jauziyah, Beliau mengibaratkan Dunia Seperti bayangan Manusia. Beliau Berkata, “ Dunia ini ibarat Bayangan, Kejar dia dan Engkau tak akan dapat Menangkapnya. Balikan badanmu darinya, dan dia tak punya pilihan kecuali mengikutimu”

 Bagaimanakah Langkah-Langkat untuk mengejar Akhirat?

Dalam Sebuah Hadist menyebutkan Bahwa Rasulullah Bersabda bagaimana caranya agar kita bisa mempersiapkan kehidupan di Akhirat Kelak.

Dari Abu Hurairah ra Bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “ Jika seseorang Menginggal dunia, Maka Terputuslah Amalannya kecuali Tiga perkara; sedekah Jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak sholeh” (HR. Muslim no. 1631) “

Sedekah Jariyah,Bahkan Permintaan orang yg meninggal adalah dikembalikan sejenak untuk bersedekah dan menjadi orang sholih, Seperti yang terkandung dalam surah Al munafiqun ayat 10 : Allah SWT Berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” ( QS : Al Munafiqun : 10)

Dead Is Your First Follower.
Jodoh, Rejeki, dan Kematian sudah menjadi ketetapan ALLAH SWT, Tetapi hanya Kematian yang pasti bahkan saat Ruh ini dihembuskan, kematian telah berjalan mendekat dalam waktu kondisi dan situasi yang tepat. Maka bisa dibilang kematian adalah pengikut pertama kami. Lalu apa yg kita punya untuk menghadap keharibaan Allah swt? Sudahkah kita menjadikan usia ini bermanfaat? Sudahkah kita hidup sesuai pedoman Sunah dan Alquran seperti yg dicontohkan baginda Rosulullah?
Menunggu tua bukan jaminan kita, karna esok tubuh ini belum tentu masih milik kami.
Dan semoga Allah Berikan Kita kemudahan dan keIstiqomahan dalam Menjalankan Rencana Kejar Akhirat ini.

penyusun : Nining. Saptaningtyas