Wisuda Qur’an Akbar Pesantren Qur’an elTAHFIDH


Share with:


Sabtu, 23 November 2019. Alhamdulillah diPesantren Qur’an elTahfidh telah melaksanakan wisuda Qur’an ke 4.
Wisuda qur’an ke 4 dilaksanakan di Masjid Adduha, yang bertempat di pesantren Qur’an elTahfidh.


Acara ini dihadiri oleh KH. DR. Ust. Muslih abdul karim, MA. Yang merupakan pembina pesantren qur’an elTahfidh, juga dihadiri oleh Founder/CEO pesantren qur’an elTahfidh, Ust. H. Jhon edy rahman, SH., M.Kn. dan ustadzah Zuriyati, S.Pd.


Alhamdulillah terdapat kurang lebih 100 wisudawan/i yang mengikuti wisuda qur’an.

Acara ini dipandu oleh ananda Nabil zaid rahman dan Royyan abdullah yang merupakan siswa kelas 10 SMA Quran elTahfidh.

Acara dimulai dengan pembacaan tasmi Qur’an oleh adinda Khaula yasmin jannati dari kelas 8 SMPQ.elTAHFIDH,
Alhamdulillah di wisuda qur’an ke 4 ini, KH. Ust. Muslih abdul karim juga bisa hadir dan membeeikan taujihnya pada acara ini.
tak hanya itu, terdapat juga penampilan yang di tampilkan oleh para siswa/i, diantaranya adalah penampilan nasyid oleh para siswi, penampilan khitobah bahasa arab oleh adinda Salwa harlinda kelas 10 SMA Quran elTahfidh yang begitu memukau, penampilan nasyid tentang palestina yang ditampilkan oleh SD Quran elTahfidh dan masih banyak lagi.

Dilanjut dengan prosesi wisuda qur’an yang merupakan acara inti.
Wisuda qur’an terdiri dari wisuda 1Juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz, 25 juz dan 30 juz. Alhamdulillah, pada wisuda Qur’an tahun ini ada 100 orang lebih, mencakup mahasiwa/i, Siswa/i SMP ataupun SMA Quran elTAHFIDH yang telah menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz

Prosesi penyerahan mahkota kepada orang tua merupakan hal yang amat mengharukan pasalnya tak sedikit para wisuda/i bahkan para asatidz/zah yang menitikkan air kata haru saat penyerahan mahkota tersebut.
“Alhamdulillah, saya amat senang bisa memberikan mahkota pada ibu dan bapak, meski ini baru di dunia, saya harap alQur’an bisa menuntun saya hingga bisa memberikan mahkota pada ibu dan bapak di syurga aamiin” ucap salah satu murid adinda Zahwa aulia siswi kelas 9 SMPQ.elTahfidh ditengah harunya.

Menjadi penghafal qur’an tak semudah membalikkan tangan sepertinya kata-kata itu amat cocok bukan? Iya butuh perjuangan, pengorbanan dan air mata untuk melaluinya . Benar juga karena banyak sekali memang para penghafal namun dewasa ini, sudah amat jarang penghafal qur’an yang memahami isinya, mentadaburinya.
Itulah alasan mengapa penghafal Qur’an dimuliakan oleh Allah baik didunia maupun akhirat.